Bagaimana Cara Menangani Korban Pingsan

Pingsan, atau dalam istilah medis dikenal sebagai sinkop, adalah kondisi yang cukup umum dan bisa terjadi pada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Meskipun pingsan biasanya bukanlah hal yang serius, namun bisa menimbulkan kepanikan dan kebingungan bagi mereka yang berada di sekitar korban.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui cara menangani korban pingsan dengan cepat dan tepat. Artikel ini akan memberikan panduan sederhana tentang bagaimana cara menangani korban pingsan.

Penyebab Orang Pingsan

Pingsan terjadi ketika otak kekurangan pasokan darah, sehingga asupan oksigen dan gula darah ke otak juga berkurang. Padahal, keduanya dibutuhkan otak untuk dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, terjadilah penurunan kesadaran untuk sementara waktu.

Selain karena berkurangnya aliran oksigen dan gula darah ke otak, pingsan juga bisa disebabkan oleh kelelahan atau beberapa kondisi medis dan penyakit tertentu, seperti:

  • Hipoglikemia (penurunan kadar gula dalam darah)
  • Gangguan jantung, misalnya kelainan irama jantung (aritmia) dan gagal jantung
  • Serangan panik
  • Gangguan elektrolit
  • Penurunan tekanan darah yang drastis, misalnya karena hipotensi ortostatik atau dehidrasi

Gejala Orang Pingsan

Pingsan dapat terjadi saat tubuh terlalu lelah, telat makan, mengubah posisi tubuh terlalu cepat, atau saat berdesak-desakan di dalam kendaraan umum. Kondisi tersebut dapat memicu penurunan tekanan darah dan detak jantung, sehingga asupan darah ke otak berkurang dan mengakibatkan penurunan kesadaran.

Pingsan yang bukan disebabkan oleh kondisi medis biasanya tidak berbahaya dan biasanya penderita bisa sadar dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, pingsan perlu diwaspadai jika disertai dengan tanda dan gejala lain, seperti :

  • Nyeri dada
  • Sesak nafas atau tidak bernafas secara spontan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Bibir membiru
  • Kulit pucat dan dingin
  • Kejang
  • Tampak kebingungan
  • Sakit kepala
  • Pingsan setelah mengalami cedera kepala

Lalu, apa pertolongan pertama yang harus kita lakukan ketika kita menemukan orang yang pingsan di dekat kita?

Pertolongan Pertama Untuk Orang Pingsan

  1. Cek Kondisi Pernafasan

Langkah pertama dalam menolong orang pingsan adalah segera cek pernafasannya dengan memeriksa denyut nadi dan melihat pergerakan dada serta perut. Jika tidak ada tanda-tanda pernapasan, segera hubungi ambulans atau bawa orang yang pingsan ke unit gawat darurat fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Kondisi pingsan dan dalam keadaan tidak bernapas biasanya terjadi akibat kondisi serius, seperti serangan jantung, kecelakaan lalu lintas, atau cedera kepala. Bila terdapat perdarahan luar, Anda bisa mencari kain steril dan menekan bagian luka untuk menghentikan perdarahan selama menunggu bantuan medis. Pastikan keadaan pernafasan pasien.

  1. Baringkan Tubuh Pasien

Jika pasien sudah dipastikan bernapas, bawa ke tempat teduh dan segera baringkan tubuhnya pada tempat datar dan dalam posisi pemulihan atau recovery position.

  1. Coba bangunkan

Setelah membaringkan dan memastikan kemudahan pernapasan pasien, cobalah untuk menyadarkannya. Lakukan dengan menepuknya, memberikan sedikit guncangan pada tubuhnya, atau memanggilnya dengan kencang. Hal ini untuk mempercepat pemulihan kesadaran pasien, bila memang yang dialaminya hanyalah pingsan sederhana.

  1. Pantau Pernapasan dan Kerja Jantung

Anda juga harus terus waspada terkait dengan kerja organ jantung dan paru pasien. Ketika menemukan bahwa pasien tidak bernapas atau tidak ada denyut jantung di nadi karotis (di samping leher), segera mulai resusitasi jantung paru (RJP).

Panggil bantuan medis sembari meneruskan siklus RJP. Lakukan RJP dengan cara kompresi dada sebanyak 30 kali, dilanjutkan pernapasan buatan sebanyak 2 kali. Terus ulangi siklus sampai bantuan datang.

  1. Pantau Tanda Kegawatan

Penanganan orang pingsan selanjutnya adalah memantau tanda-tanda kegawatdaruratan.

Beberapa tanda penurunan kesadaran mungkin disebabkan oleh hal yang lebih serius dan membahayakan jiwa adalah:

  • bibir dan wajah pasien membiru
  • detak jantung sangat lemah
  • ada keluhan nyeri dada sebelumnya
  • napas terlihat sesak
  • sulit dibangunkan
  • tampak kebingungan, gelisah, tidak menyadari kondisi sekitar
  1. Hubungi Petugas Kesehatan

Saat pasien tidak kembali memperoleh kesadarannya setelah melakukan hal-hal di atas, segeralah panggil ambulans atau petugas kesehatan. Pada kasus sederhana, pasien akan dengan segera memperoleh kesadarannya kembali.

Bila sudah terjaga, Anda dapat memberikan minuman mengandung gula, terutama bila ada riwayat terlambat makan atau memiliki diabetes. Pasien diabetes rentan mengalami penurunan gula darah akibat konsumsi obat-obatan. Pastikan Anda terus bersama dengan pasien hingga dirinya pulih penuh.

Setelah sukses melakukan pertolongan pertama pada orang pingsan, hal yang juga tidak kalah penting adalah tindakan yang harus dilakukan setelah pingsan. Sarankan pada pasien untuk mengunjungi tenaga kesehatan bila terjadi benturan kepala ketika pingsan, atau memiliki riwayat pingsan lebih dari sekali dalam 1 bulan.

Kondisi pingsan bisa bersifat ringan hingga berat. Apabila Anda melihat orang pingsan, lakukanlah pertolongan pertama yang sudah dijelaskan di atas. Pastikan untuk selalu bersama pasien selagi menunggu bantuan medis datang.

Pingsan adalah kondisi yang umum dan seringkali tidak berbahaya, tetapi tetap perlu ditangani dengan cepat dan tepat. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana seperti yang telah dijelaskan di atas, Anda dapat membantu korban pingsan dengan efektif dan memastikan keselamatannya.

Namun, penting untuk diingat bahwa jika pingsan terjadi secara teratur atau disertai dengan gejala lain yang mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis profesional. Mengetahui cara menangani pingsan adalah keterampilan yang berharga yang dapat membantu Anda menyelamatkan nyawa seseorang di sekitar Anda.

Sumber :

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/201/pertolongan-pertama-pada-orang-pingsan#:~:text=Langkah%20pertama%20dalam%20menolong%20orang,darurat%20fasilitas%20layanan%20kesehatan%20terdekat.